Beramal kebajikan mengharapkan Pahala bukanlah hal yang salah
tanpa di pinta pun amal kebaikan akan berpahala.
Kenapa ?
Karena tuhan sudah menjanjikan
dan Tuhan mustahil ingkar janji
seperti beramal keburukan yang pasti berbuah siksa karena adilnya keadilan Tuhan
Janji Tuhan akan membalas kebaikan dan Adilnya Tuhan memberikan sanksi kepada keburukan berupa siksaan
Sebagai hambaNya jangan terkecoh dengan banyak dan sedikit nya amal,
Jangan merasa bangga telah banyak berbuat amal dan jangan merasa minder dengan sedikit amal
Fokus saja untuk selalu menjadi pribadi bermanfaat dan memberi manfaat seluas-luasnya
Pahala amal itu bukan tergantung pada banyaknya amal, tetapi lebih bergantung pada niat dan keikhlasan seseorang.
Allah akan memberikan pahala kepada hamba-Nya itu sesuai dengan kadar niatnya, bukan karena banyaknya.
Betapa banyak amalan yang kecil menjadi besar (pahalanya) karena sebab niat, seperti memindahkan benda tajam di jalanan atau sekedar memberi minuman air putih pun itu bisa menjadi pahala yang besar jika disertai dengan niat baik dan keikhlasan.
Dan betapa banyak amalan yang besar menjadi kecil (pahalanya) bahkan menjadi Nol pahalanya karena sebab niatnya yang salah, contoh Menyumbang puluhan juta hanya untuk mendapat pujian dan sanjungan, maka amal tersebut akan sia sia seperti halnya debu yang berterbangan.
Jika kita kategorikan Amal itu terbagi dua,
ada Amal baik dan
Amal buruk,
Amal baik terbagi dua pula, ada yang menjadi amal sholeh ada yang menjadi Amal baik saja menurut sosial manusia, amal baik yang akan mendapatkan pahala itu ialah amal baik yang menjadi sholeh, ialah amal baik yang dilakukannya disertai dengan niat yang baik dan keikhlasan.
Sebagian ulama pernah mengatakan, bahwa Pahala atau Tsawab dalam bahasa arabnya ialah suatu bonus dari Allah SWT yang diberikan kepada Manusia yang taat kepada Allah SWT, dan pahala tersebut itu diberikan oleh Allah SWT diakhirat kelak, yang merupakan Tujuan akhir hidup seorang manusia, bukan ketika di dunia. Dan itu sudah pasti adanya bahkan termasuk sebagian dari perkara yang harus diimani dan dipercayai oleh seorang manusia yang sudah baligh dan berakal akan adanya pahala itu.
Yang mana di beritahunya kita tentang akan adanya pahala itu ialah oleh baginda Nabi Muhammad SAW, yang sudah pasti segala berita yang dibawa oleh Rasullallah SAW tidak mungkin salah melainkan pasti kebenarannya.
Ditinjau dari segi tasawuf, seorang ahli sufi mengatakan bahwa memang benar pahala itu adalah hadiah dari amal kita, akan tetapi sebenarnya itu tidak akan sebanding antara kualitas amal kita dengan pahala yang diberikan oleh Allah SWT,
Maka kita selaku manusia hanya bisa terus berusaha beramal baik yang sholih dan meminta keridhoan serta fadol dari Allah SWT,
karena jikalau kita berharap ingin dapat pahala dengan hasil amal kita yang belum tentu amal itu lulus, diterima atau berkualitasnya, bisa bisa kita akan jadi timbul rasa pada diri bahwa pahala yang kita dapatkan itu hasil jerih payah amal kita, bukan atas dasar kuasa, rahman dan rahimnya Allah SWT.
Semoga Allah Azza wa Jalla selalu membimbing kita di dalam kebaikan dengan niat yang baik serta senantiasa Istiqomah di jalan yang di ridhoi oleh Allah .
Aamiin
No comments:
Post a Comment