Di era digital, opini sering kali lebih menarik daripada kebenaran. Bukan karena kebenaran tidak penting, tetapi karena kebenaran jarang sederhana.
Opini menawarkan kepastian cepat. Kebenaran menuntut proses.
Mengapa Opini Mudah Dijual
Opini mudah diproduksi, mudah dipahami, dan mudah disukai. Ia tidak memerlukan verifikasi mendalam, cukup keyakinan dan keberanian berbicara.
Kebenaran sebaliknya:
- Penuh nuansa
- Sering tidak memuaskan emosi
- Membutuhkan waktu
Di pasar perhatian, opini lebih kompetitif.
Masalah Ketika Opini Mendominasi
Ketika opini mengalahkan kebenaran, diskusi berubah menjadi ajang adu suara. Siapa yang paling keras, bukan siapa yang paling tepat.
Akibatnya:
- Informasi bias menyebar luas
- Kebingungan publik meningkat
- Kepercayaan terhadap fakta melemah
Belajar Membuat Jarak dari Opini
Menghargai kebenaran berarti bersedia mengambil jarak dari opini—termasuk opini sendiri.
Ini membutuhkan kerendahan hati intelektual: kesediaan untuk berkata, “Saya belum tahu sepenuhnya.”
Penutup
Kebenaran mungkin tidak selalu populer, tetapi ia membebaskan.
Di dunia yang gemar beropini, keberanian mencari kebenaran adalah sikap langka.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar