• Jelajahi

    Best Viral Premium Blogger Templates

    terkini

    Iklan

    Hari Ibu menjadi momentum kebangkitan Perempuan

    Sabtu, 27 Desember 2025, Desember 27, 2025 WIB Last Updated 2025-12-27T16:29:32Z

     

    Hari Ibu selama ini sering dipahami sebatas perayaan simbolik: bunga, ucapan manis, dan potret kasih sayang antara ibu dan anak. Namun jika ditarik lebih dalam, 

    Hari ibu


    Hari Ibu sejatinya adalah momentum kebangkitan perempuan—sebuah pengingat bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam membentuk peradaban, bukan hanya di ranah domestik, tetapi juga di ruang sosial, ekonomi, dan kepemimpinan.

    Di Indonesia, Hari Ibu yang diperingati setiap 22 Desember memiliki akar sejarah yang berbeda dibandingkan perayaan serupa di negara lain. Ia lahir dari semangat perjuangan perempuan untuk pendidikan, kesetaraan, dan kemerdekaan berpikir. Oleh karena itu, Hari Ibu tidak seharusnya berhenti pada romantisme, melainkan menjadi titik refleksi dan kebangkitan kolektif perempuan Indonesia.

    Sejarah Hari Ibu: Jejak Perlawanan dan Kesadaran Perempuan

    Hari Ibu di Indonesia berakar dari Kongres Perempuan Indonesia pertama tahun 1928 di Yogyakarta. Kongres ini mempertemukan perempuan dari berbagai latar belakang organisasi, agama, dan budaya untuk membahas isu-isu penting seperti pendidikan perempuan, pernikahan anak, dan hak perempuan dalam masyarakat.

    Berbeda dengan narasi populer yang menempatkan perempuan hanya sebagai penjaga rumah tangga, para perempuan pelopor ini sudah memandang diri mereka sebagai agen perubahan sosial. Penetapan 22 Desember sebagai Hari Ibu melalui Keppres No. 316 Tahun 1959 adalah bentuk pengakuan negara atas kontribusi strategis perempuan dalam perjalanan bangsa.

    Artinya, sejak awal, Hari Ibu adalah simbol kebangkitan kesadaran perempuan, bukan sekadar perayaan peran domestik.

    Perempuan dan Kebangkitan Kesadaran Diri

    Kebangkitan perempuan selalu dimulai dari satu titik penting: kesadaran diri. Ketika perempuan menyadari nilai, potensi, dan haknya sebagai manusia seutuhnya, maka perubahan tak bisa dihindari.

    Hari Ibu menjadi momentum yang tepat untuk mengingatkan bahwa:

    • Perempuan berhak atas pendidikan yang setara
    • Perempuan memiliki suara dalam pengambilan keputusan
    • Perempuan bukan pelengkap, melainkan penentu arah kehidupan

    Kesadaran ini tidak berarti menafikan peran sebagai ibu atau istri. Justru sebaliknya, perempuan yang sadar akan dirinya akan menjalani peran tersebut dengan lebih merdeka, berdaya, dan bermakna.

    Hari Ibu dan Peran Perempuan di Era Modern

    Di era modern, kebangkitan perempuan terlihat semakin nyata. Perempuan hadir sebagai pemimpin, penggerak ekonomi, profesional, dan penjaga nilai moral masyarakat.

    Hari Ibu mengingatkan bahwa kemajuan sebuah bangsa tidak bisa dilepaskan dari kualitas dan keberdayaan perempuannya. Ibu yang berdaya akan melahirkan generasi yang kuat.

    Kebangkitan Perempuan Dimulai dari Lingkungan Terdekat

    Momentum Hari Ibu tidak harus selalu diwujudkan dalam skala besar. Kebangkitan perempuan sering dimulai dari keluarga yang menghargai suara ibu, pasangan yang saling mendukung, dan anak-anak yang tumbuh dengan teladan.

    Hari Ibu adalah waktu yang tepat untuk bertanya: sudahkah perempuan di sekitar kita benar-benar diberi ruang untuk tumbuh?

    Makna Hari Ibu: Dari Apresiasi Menuju Aksi Nyata

    Ucapan selamat Hari Ibu tentu indah, tetapi aksi nyata jauh lebih bermakna. Dukungan terhadap pendidikan, keamanan, kesehatan mental, dan akses ekonomi perempuan adalah bentuk penghormatan yang sesungguhnya.

    Kebangkitan perempuan bukan ancaman, melainkan fondasi bagi masyarakat yang lebih adil dan beradab.

    Penutup

    Selamat Hari Ibu. Bukan hanya untuk para ibu, tetapi untuk seluruh perempuan yang setiap hari berjuang—di rumah, di tempat kerja, dan di ruang sosial.

    Ketika perempuan bangkit, bangsa ikut bangkit.

    Komentar
    Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
    • Hari Ibu menjadi momentum kebangkitan Perempuan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Terkini

    Topik Populer

    Iklan

    Close x