• Jelajahi

    Best Viral Premium Blogger Templates

    terkini

    Iklan

    Apa Itu Stunting? Penyebab Dan Cara Mencegahnya.

    Sunday, June 2, 2024, June 02, 2024 WIB Last Updated 2024-06-02T06:56:01Z

    Definisi Stunting


    Stunting adalah kondisi yang mengindikasikan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak yang terjadi akibat kekurangan gizi kronis serta infeksi berulang. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), definisi stunting mengalami beberapa perubahan dari waktu ke waktu. Pada tahun 2015, WHO mendefinisikan stunting sebagai gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badan anak yang berada di bawah standar. Sementara itu, pada tahun 2020, WHO mendefinisikan stunting sebagai kondisi di mana panjang atau tinggi badan anak sangat pendek untuk usianya, dengan nilai kurang dari -2 standar deviasi (SD) pada kurva pertumbuhan WHO. Kondisi ini sering kali bersifat irreversibel dan terjadi akibat asupan nutrisi yang tidak memadai dan/atau infeksi berulang yang dialami dalam 1000 hari pertama kehidupan (HPK).

    apa itu stunting


    Apakah Semua Balita Pendek Pasti Stunting?


    Tidak semua balita yang memiliki tubuh pendek mengalami stunting. Namun, seorang anak yang stunting pasti memiliki tubuh yang pendek. Untuk menentukan apakah seorang anak mengalami stunting atau hanya pendek, diperlukan penilaian dari dokter anak. Oleh karena itu, pengawasan kesehatan anak secara rutin sangat penting untuk membedakan kedua kondisi tersebut.


    Dampak Stunting di Indonesia


    Dampak Kesehatan


    Stunting memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan anak, di antaranya:

    1. Gagal Tumbuh: Anak yang mengalami stunting cenderung lahir dengan berat badan rendah, kecil, pendek, dan kurus. Selain itu, mereka juga mengalami hambatan dalam perkembangan kognitif dan motorik.

    2. Gangguan Metabolik: Pada saat dewasa, anak yang mengalami stunting berisiko lebih tinggi terkena penyakit tidak menular seperti diabetes, obesitas, stroke, dan penyakit jantung.


    Dampak Ekonomi


    Stunting juga memiliki dampak ekonomi yang signifikan. Diperkirakan, stunting dapat menyebabkan kerugian ekonomi sebesar 2-3% dari Produk Domestik Bruto (GDP) setiap tahunnya. Hal ini disebabkan oleh rendahnya produktivitas individu yang mengalami stunting, yang berdampak pada perekonomian secara keseluruhan.


    Penyebab Stunting


    Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan stunting, antara lain:


    Asupan Kalori yang Tidak Adekuat


    1. Faktor Sosio-Ekonomi: Kemiskinan merupakan salah satu penyebab utama kurangnya asupan kalori yang cukup.

    2. Pendidikan dan Pengetahuan: Rendahnya pendidikan dan pengetahuan mengenai praktik pemberian makan untuk bayi dan batita, termasuk kecukupan ASI.

    3. Peranan Protein Hewani dalam MPASI: Kekurangan protein hewani dalam Makanan Pendamping ASI (MPASI) juga berkontribusi pada stunting.

    4. Penelantaran: Penelantaran anak dapat menyebabkan kurangnya asupan nutrisi yang memadai.

    5. Pengaruh Budaya: Beberapa budaya memiliki kebiasaan makan yang tidak mendukung pertumbuhan anak.

    6. Ketersediaan Bahan Makanan: Ketersediaan bahan makanan setempat yang terbatas juga dapat menyebabkan stunting.


    Kebutuhan yang Meningkat


    1. Penyakit Jantung Bawaan: Anak dengan penyakit jantung bawaan memiliki kebutuhan nutrisi yang lebih tinggi.

    2. Alergi Susu Sapi:Alergi susu sapi dapat mengurangi asupan nutrisi yang diperlukan.

    3. Bayi Berat Badan Lahir Sangat Rendah: Bayi yang lahir dengan berat badan sangat rendah memerlukan nutrisi tambahan untuk mengejar pertumbuhan.

    4. Kelainan Metabolisme Bawaan:Kelainan metabolisme bawaan juga dapat menghambat penyerapan nutrisi.

    5. Infeksi Kronik: Infeksi kronik yang disebabkan oleh kebersihan personal dan lingkungan yang buruk (seperti diare kronis) dan penyakit yang dapat dicegah oleh imunisasi (seperti TBC, difteri, pertussis, dan campak).


    Pencegahan Stunting


    Stunting dapat dicegah dengan berbagai cara, tergantung pada tahap kehidupan anak dan ibu. Berikut beberapa tips untuk mencegah stunting:


    Saat Remaja Putri


    1. Skrining Anemia: Melakukan skrining anemia secara rutin.

    2. Konsumsi Tablet Tambah Darah: Konsumsi tablet tambah darah untuk mencegah anemia.


    Saat Masa Kehamilan


    1. Pemeriksaan Kehamilan Rutin: Rutin memeriksakan kondisi kehamilan ke dokter.

    2. Asupan Nutrisi yang Baik: Memenuhi asupan nutrisi yang baik selama kehamilan, termasuk makanan sehat dan asupan mineral seperti zat besi, asam folat, dan yodium.


    Balita


    1. Inisiasi Menyusui Dini (IMD): Sesaat setelah bayi lahir, segera lakukan IMD agar berhasil menjalankan ASI eksklusif.

    2. Pemeriksaan Berkala:Lakukan pemeriksaan ke dokter atau ke Posyandu dan Puskesmas secara berkala untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak.

    3. Imunisasi:Perhatikan jadwal imunisasi rutin yang diterapkan oleh pemerintah agar anak terlindungi dari berbagai macam penyakit.

    4. ASI Eksklusif: Berikan ASI eksklusif sampai anak berusia 6 bulan dan diteruskan dengan MPASI yang sehat dan bergizi.

    5. Pemantauan Tumbuh Kembang: Pantau tumbuh kembang anak secara berkala untuk mendeteksi adanya masalah pertumbuhan sedini mungkin.


    Gaya Hidup Bersih dan Sehat


    Menerapkan gaya hidup bersih dan sehat sangat penting untuk mencegah stunting. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

    1. Cuci Tangan: Cuci tangan sebelum makan.

    2. Konsumsi Air Bersih:Pastikan air yang diminum merupakan air bersih.

    3. Sanitasi yang Baik: Buang air besar di jamban dan menjaga sanitasi yang sehat.


    Penanganan Kasus Masalah Gizi


    Untuk mencegah stunting, penting untuk memiliki alur penanganan yang jelas jika ditemukan kasus masalah gizi. Berikut beberapa langkah yang dapat diambil:


    1. Surveilans Gizi dan Penemuan Kasus: Melakukan surveilans gizi secara rutin dan menangani kasus yang ditemukan di Posyandu atau Puskesmas.

    2. Pelayanan Sekunder atau Tersier: Memiliki fasilitas layanan sekunder atau tersier dengan spesialis anak (Sp.A) atau spesialis anak khusus gizi (Sp.AK) serta sarana dan prasarana yang memadai untuk menangani kasus stunting.


    Dengan memahami penyebab dan dampak stunting serta langkah-langkah pencegahannya, kita dapat bersama-sama mencegah stunting dan meningkatkan kualitas hidup anak-anak di Indonesia. Pencegahan stunting memerlukan kerjasama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, tenaga kesehatan, keluarga, dan masyarakat. Mari kita jaga kesehatan anak-anak kita agar mereka dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal.

    Komentar
    Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
    • Apa Itu Stunting? Penyebab Dan Cara Mencegahnya.

    No comments:

    Post a Comment

    Terkini

    Topik Populer

    Iklan

    Close x